Friday, August 21, 2009

Airmata Rasulullah - Detik-detik Rasulullah SAW Menghadapi Sakaratul Maut

Airmata Rasulullah - Detik-detik Rasulullah SAW Menghadapi Sakaratul Maut

Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu,Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku." Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.

Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun
menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang,saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya didunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang didalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,"kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah
dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para
malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti
kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.Perlahan ruh
Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,
urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau
melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada
Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak
tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua
siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai
dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar
seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.
"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku" - "Peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii" - "Umatku, umatku, umatku" Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi... Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesedaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita. Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka

Rahsia Enam Perkara Dari Sahabat

SAHABAT UMAR BIN AL - KHATTAB R.A. BERKATA:
Allah merahasiakan 6 perkara kepada hambanya disebabkan
6 perkara iaitu:

1) Allah merahasiakan keredhaannya kepada hambanya yang
taat agar hambanya itu tetap terus berbakti / taat.
2) Allah merahasiakan turunnya Lailatul Qadar di bulan
Ramadhan agarhambanya selalu berusaha untuk mencapainya
dengan bersungguh-sungguh tanpa mengingat / mengenal /
merasa bosan.
3) Allah merahasiakan wali - walinya / hamba hambanya
yang soleh kepadaorang banyak agar mereka tidak dipuja -
puja / disembah-sembah disebabkan oleh kemuliaannya
karena wali - wali Allah itu tergolong orang yang
mempunyai kelebihan ilmu.
4) Allah merahasiakan umur seseorang hamba agar ia
selalu bersiap sedia untuk mati dan rajin beramal yang
soleh
5) Allah merahasiakan tentang keutamaan salatul wusto /
sembahyang yang utama daripada solat solat yang lain
agar hambanya itu tetap rajin dan berusaha mencapainya
(Salatul Wusto)

SAHABAT OSMAN R.A. BERKATA:
Rasa takut bagi hamba Allah seharusnya dikawatirkan
dalam 6 perkara yaitu :
1) Rasa takut ketika ditimpa musibah karena dikuatirkan
imannya menjadi luntur.
2) Rasa takut di kala ingin berbuat sesuatu yang
dilarang Allah (maksiat) karena ada malaikat yang selalu
mencatat perbuatannya.
3) Rasa takut terpedaya dengan perbuatan syaitan karena
syaitan itu bisa menjerumuskannya ke jurang neraka / api
neraka.
4) Rasa takut ketika dicabut nyawanya oleh malaikat
Izrail, karena ia belum sempat bertaubat kepada Allah
swt.
5) Rasa takut akan tertipu oleh kemewahan dan kenikmatan
di dunia.
6) Rasa takut terganggu / terhalang oleh keluarganya
karena dia dapat melupakan pengabdiannya kepada Allah.

SAHABAT ALI BIN ABI TALIB BERKATA :
Barang siapa yang mau mengamalkan 6 perkara, dia akan
dijamin masuk syurga dan diselamatkan dari api neraka.
1) Mengenal Allah sebagai Tuhannya Yang Maha Kuasa dan
dia hanya menyembah / beribadat kepadaNya.
2) Mengenal syaitan sebagai musuhnya yang menyesatkan
manusia dan dia mau menghindarinya.
3) Mengenal Alam Akhirat sebagai tempat kembalinya yang
kekal abadi dan dia mau berusaha mencari bekal yg cukup
untuk pergi ke sana / Alam Akhirat.
4) Mengenal Alam Dunia sebagai tempat sementara dan dia
tidak terpengaruh oleh kemanisannya / kecantikkannya.
5) Mengenal sesuatu yang hak / benar dan dia selalu
berusaha menerjuninya / memasukinya.
6) Mengenal sesuatu yang batil / salah dan dia selalu
berusaha menjauhinya / meninggalkannya.

SAHABAT UMAR BIN AL - KHATTAB R.A. BERKATA:
Ada 6 nikmat yang besar yang telah diberikan oleh Allah
swt kepada hambanya iaitu :
1) Nikmat ISLAM
2) Nikmat Al - Quran
3) Nikmat Nabi Muhammad saw
4) Nikmat kesehatan
5) Nikmat tertutup cela / aib
6) Nikmat kekayaan jiwa zahir / batin


waALLAHu'alam

Ucapan Saidina Ali

Ucapan Saidina Ali

Manusia itu tidur, jika ia mati baru ia bangun.
Seseorang tidak akan binasa bila ia mengetahui keampunanNya.
Nilai seseorang itu diterima oleh perbuatan baik.
Orang yang manis lisannya akan banyak mendapat teman.
Peribadi seseorang itu tersembunyi di bawah lisannya.
Dengan perbuatan yang baik orang merdeka dapat diperbudakkan. Janganlah memandang kepada siapa yang berbicara tetapi perhatikanlah apa yang dibicarakan.
Tidak ada kemenangan bersama kedurhakaan.
Tidak ada pujian bersama kesombongan.
Tidak ada kesihatan bersama kerakusan dan kurang cerna.
Tidak ada kemuliaan bersama adat yang bejat.
Tidak ada kesentosaan bersama kedengkian.
Tidak ada kebenaran dengan meninggalkan perbincangan.
Tidak ada keperwiraan dengan meninggalkan perbincangan.
Tidak ada keperwiraan bagi pendusta.
Tidak ada kemuliaan yang melebihi ketakwaan.
Tidak ada pemberi syafaat yang melebihi taubat.
Tidak ada penyakit yang lebih menyulitkan daripada kebodohan. Manusia itu musuh dari apa yang ia tidak ketahui.
Allah menyayangi seseorang yang mengenal keampunan dan tidaklah kekuasaannya menjadikannya melampaui batas.
Mengulangi meminta maaf itu mengingatkan kesalahan.
Musuh terbesar itu ialah yang paling tersembunyi tipu dayanya.
Hikmah adalah milik orang beriman yang hilang.
Yang jijik itu menghimpun segala aib yang buruk.
Nasihat di tengah khalayak ramai itu adalah satu celaan.

Sepuluh Wasiat Imam Syafie

10 PERKARA .....

Sebelum Imam Syafie pulang ke rahmatullah, beliau sempat berwasiat kepada para muridnya dan umat islam seluruhnya. Berikut ialah kandungan wasiat tersebut: "Barangsiapa yang ingin meninggalkan dunia dalam keadaan selamat maka hendaklah ia mengamalkan sepuluh perkara."


1. HAK KEPADA DIRI
Mengurangkan tidur, mengurangkan makan, mengurangkan percakapan dan berpada-pada dengan rezeki yang ada.

2. HAK KEPADA MALAIKAT MAUT
Mengqada kewajipan-kewajipan yang tertinggal, mendapatkan kemaafan dari orang yang kita zalimi, membuat persediaan untuk mati dan merasa cinta kepada Allah.

3. HAK KEPADA KUBUR
Membuang tabiat kencing merata-rata, memperbanyakkan solat Tahajud dan membantu orang yang dizalimi.

4. HAK KEPADA MUNKAR DAN NAKIR
Tidak berdusta, sentiasa berkata benar, meninggalkan maksiat dan nasihat menasihati.

5. HAK KEPADA MIZAN (Neraca timbangan amal pada hari akhirat)
Menahan kemarahan, banyak berzikir, mengikhlaskan amalan dan sanggup menanggung kesusahan.

6. HAK KEPADA SIRAT (Titian yang merentangi neraka pada hari akhirat)
Membuang tabiat suka mengumpat, bersikap warak, suka membantu orang beriman dan suka berjemaah.

7. HAK KEPADA MALIK (Penjaga neraka)
Menangis lantaran takutkan Allah s.w.t., berbuat baik kepada ibu bapa, bersedekah secara terang-terangan serta sembunyi dan memperbaiki akhlak.

8. HAK KEPADA RIDHWAN (Malaikat penjaga syurga)
Berasa redha dengan Qada' Allah, bersabar menerima bala, bersyukur ke atas nikmat Allah dan bertaubat dari melakukan maksiat.

9. HAK KEPADA NABI MUHAMMAD S.A.W.
Berselawat ke atas Baginda, berpegang dengan syariat, bergantung kepada as-Sunnah (Hadis), menyayangi para sahabat dan bersaing dalam mencari keredhaan Allah.

10. HAK KEPADA ALLAH S.W.T.
Mengajak manusia ke arah kebaikan, mencegah manusia dari kemungkaran, menyukai ketaatan dan membenci kemaksiatan.


Rasulullah s.a.w. bersabda:,
"Sampaikanlah pesanku biarpun dengan sepotong ayat".
________________________________________

7 Kalimah Yang Mulia

7 Kalimat yang Mulia

Sabda Rasulullah S.A.W "Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak busa/buih laut"

1. Mengucap Bismillah pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.

2. Mengucap Alhamdulillah pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.

3. Mengucap Astagfirullah jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.

4. Mengucap Insya Allah jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.

5. Mengucap La haula wala kuwwata illa billah jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini

6. Mengucap innalillahi wa inna ilaihi rajiun jika menghadapi dan menerima musibah.

7. Mengucap La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah sepanjang siang dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.

Dari tafsir hanafi,mudah mudahan ingat, walau lambat-lambat mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu mudah-mudahan jadi bisa,karena sudah biasa.